Jumat, 03 Juli 2015

Sejarah Internet di dunia dan sejarah masuknya internet di Indonesia

Teknologi internet ternyata cukup menarik minat diberbagai kalangan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya usaha warung internet yang dibuka disekitar kita. Bahkan penjualan perangkat untuk koneksi computer pribadi ke internet juga sangat laris dipasaran. Dengan media internet ini, sebuah komputer dapat terhubung dengan computer lain yang ada di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan pertukaran informasi dan penggunaan data secara bersama-sama antarkomputer tersebut. Dengan demikian, pertukaran informasi akan terjadi secara cepat tanoa dibatasi lokasi grafis dan waktu.
A. Sejarah Internet
Pada pembahasan ini, kits sksn membagi sejarah internet menjadi dua, yaitu sejarah internet di dunia dan sejarah masuknya internet di Indonesia.
1.  Sejarah Internet Dunia
Pada tahun 1969, Departemen Pertahanan Amerika Serikat membuat sebuah jaringan komputer melalui proyek ARPA yang disebut dengan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).
ARPANET mendemonstrasikan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon menggunakan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. Pada proyek ini dirancanglah suatu bentuk jaringan, keandalan, dan seberapa besar informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal perkembangan  protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Proyek ini awalnya dibangun untuk keperluan militer Amerika Serikat. Untuk mengantisipasi terjadinya masalah jika terjadi perang nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat yang sangat mudah dihancurkan, maka Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer-komputer di daera-daerah penting.
ARPANET dibentuk secara khusus oleh empat Universitas besar di Amerika, yaitu: Standford Research Institute,University of California at Santa Barbara, University of California at Los Angeles, dan University of Utah, dimana mereka membentuk satu jaringan terpadu ditahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Fungsi jaringan ARPANET yang dahulu hanya memungkinkan pembagian data kemudian semakin bertambah fungsinya dengan ditemukannya teknologi File Transfer Protocol (FTP) yang dapat mengefisienkan proses pertukaran filemenggunakan jalur ARPANET.
Tidak lama kemudian, proyek ini berkembang pesar di seluruh daerah, dan seluruh universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga ARPANET mengalami kesulitan untuk mengaturnya. Oleh karena itu, ARPANET kemudian pecah menjadu dua bagian, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti; universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan tersebut akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari internet yang kita kenal seperti sekarang ini. Pada sekitar tahun 1990-an internet telah berkembang dan menyambungkan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet dijaga oleh perjanjian bilaterial atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Standart), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
2.  Sejarah Internet di Indonesia
Sejarah internet Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an. Saat itu, jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemmarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Ardi Indrayanto, dan Onno W. Purbo adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia (tahun 1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahlian dan dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia. Tulisan-tulisan awal mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan amatir radio pada tahun 1986, khususnya di Amatir Radio Club (ACR) ITB. Bermodal pesawat radio pemancar Single Side Band (SSB) Amatir Radio Kenwood TS430 milik Harya Sudiraptama (YC1HCE) dan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV), belasan anak muda ITB, seperti Harya Sudiraptama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), dan Suryono Adisoemarta (N5SNN) berguru pada para senior amatir radio, seperti Robby Soebiakto (YB1BG), almarhum Achmad Zaini (YB1HR), dan Yos (YB2SV) melaui band amatir radio 40 m atau 7MHz. Mereka mulai mendiskusikkan teknik membangun jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.
Robby Soebiakto yang waktu itu bekerja di PT USI IBM Jakarta merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia, khususnya dibidang komunikasi data paket switching melalui radio yang dikenal sebagai radio paket. Teknologi radio paket TCP/IP untuk internet kemudian`diadopsi oleh rekan-rekan Robby Soebiakto di BPPT, LAPAN, UI, dan ITB, yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992-1994. Pada tahun 1988 melalui surat pribadi, Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo, bahwa masa depan teknologi jaringan komputer di dunia akan berbasis pada protokol TCP/IP.
Disekitar tahun 1994 mulai beroprasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL melum mengetahui tentang celah-celah bisnis internet dan masih sedikit sekali pengguna internet di Indonesia. Sambungan awal ke internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI, akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx, dan email clien pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakaian internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar