Teknologi internet ternyata cukup menarik minat diberbagai
kalangan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya usaha warung
internet yang dibuka disekitar kita. Bahkan penjualan perangkat untuk koneksi
computer pribadi ke internet juga sangat laris dipasaran. Dengan media internet
ini, sebuah komputer dapat terhubung dengan computer lain yang ada di seluruh
dunia. Hal ini memungkinkan
pertukaran informasi dan penggunaan data secara bersama-sama antarkomputer
tersebut. Dengan demikian, pertukaran informasi akan terjadi secara cepat tanoa
dibatasi lokasi grafis dan waktu.
A. Sejarah Internet
Pada pembahasan ini, kits sksn membagi
sejarah internet menjadi dua, yaitu sejarah internet di dunia dan sejarah
masuknya internet di Indonesia.
1. Sejarah Internet
Dunia
Pada tahun 1969, Departemen Pertahanan
Amerika Serikat membuat sebuah jaringan komputer melalui proyek ARPA yang
disebut dengan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).
ARPANET mendemonstrasikan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon menggunakan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. Pada proyek ini dirancanglah suatu bentuk jaringan, keandalan, dan seberapa besar informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal perkembangan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
ARPANET mendemonstrasikan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon menggunakan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. Pada proyek ini dirancanglah suatu bentuk jaringan, keandalan, dan seberapa besar informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal perkembangan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Proyek ini awalnya dibangun untuk
keperluan militer Amerika Serikat. Untuk mengantisipasi terjadinya masalah jika
terjadi perang nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat yang
sangat mudah dihancurkan, maka Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US
Departement of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar
dengan menghubungkan komputer-komputer di daera-daerah penting.
ARPANET dibentuk secara khusus oleh empat
Universitas besar di Amerika, yaitu: Standford Research Institute,University of
California at Santa Barbara, University of California at Los Angeles, dan
University of Utah, dimana mereka membentuk satu jaringan terpadu ditahun 1969,
dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Fungsi jaringan
ARPANET yang dahulu hanya memungkinkan pembagian data kemudian semakin
bertambah fungsinya dengan ditemukannya teknologi File Transfer Protocol (FTP)
yang dapat mengefisienkan proses pertukaran filemenggunakan jalur ARPANET.
Tidak lama kemudian, proyek ini berkembang
pesar di seluruh daerah, dan seluruh universitas di negara tersebut ingin
bergabung, sehingga ARPANET mengalami kesulitan untuk mengaturnya. Oleh karena
itu, ARPANET kemudian pecah menjadu dua bagian, yaitu “MILNET” untuk keperluan
militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer
seperti; universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan tersebut akhirnya
dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi
Internet.
Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar
protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari
internet yang kita kenal seperti sekarang ini. Pada sekitar tahun 1990-an
internet telah berkembang dan menyambungkan pengguna jaringan-jaringan komputer
yang ada. Internet dijaga oleh perjanjian bilaterial atau multilateral dan
spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara
rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet
Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini
mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Standart),
oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB).
Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah IP, TCP, UDP, DNS, PPP,
SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
2. Sejarah Internet di
Indonesia
Sejarah internet Indonesia bermula pada
awal tahun 1990-an. Saat itu, jaringan internet di Indonesia lebih dikenal
sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemmarta, Muhammad
Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Ardi Indrayanto, dan Onno W.
Purbo adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia
(tahun 1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahlian dan
dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Tulisan-tulisan awal mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh kegiatan
amatir radio pada tahun 1986, khususnya di Amatir Radio Club (ACR) ITB. Bermodal
pesawat radio pemancar Single Side Band (SSB) Amatir Radio Kenwood TS430
milik Harya Sudiraptama (YC1HCE) dan komputer Apple II milik Onno W. Purbo
(YC1DAV), belasan anak muda ITB, seperti Harya Sudiraptama (YC1HCE), J. Tjandra
Pramudito (YB3NR), dan Suryono Adisoemarta (N5SNN) berguru pada para senior
amatir radio, seperti Robby Soebiakto (YB1BG), almarhum Achmad Zaini (YB1HR),
dan Yos (YB2SV) melaui band amatir radio 40 m atau 7MHz. Mereka mulai
mendiskusikkan teknik membangun jaringan komputer dengan radio menggunakan
teknologi radio paket.
Robby Soebiakto yang waktu itu bekerja di
PT USI IBM Jakarta merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia,
khususnya dibidang komunikasi data paket switching melalui radio yang
dikenal sebagai radio paket. Teknologi radio paket TCP/IP untuk internet
kemudian`diadopsi oleh rekan-rekan Robby Soebiakto di BPPT, LAPAN, UI, dan ITB,
yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992-1994. Pada tahun
1988 melalui surat pribadi, Robby Soebiakto mendorong Onno W. Purbo, bahwa masa
depan teknologi jaringan komputer di dunia akan berbasis pada protokol TCP/IP.
Disekitar tahun 1994 mulai beroprasi
IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama
Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL melum mengetahui tentang celah-celah
bisnis internet dan masih sedikit sekali pengguna internet di Indonesia.
Sambungan awal ke internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah
langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun
di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI, akses awal di
IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx, dan
email clien pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di
Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan
memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakaian internet di Indonesia bisa
akses Internet (HTTP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar